Rabu, 18 Maret 2015

Semarak Harlah AIC ke-30



Bismillahirrahmaanirrahiim

Alhamdulillah, masih diberi kesempatan bepartisipasi dalam acara Harlah Pondok Pesantren Ash-Shiddiqiyah yang ke-30. Wait, memang harlah apaan? Hari lahir... lupa ya, atau belum tahu? Hehe.
Kegiatan dimulai dari perlombaan hadrah Banjari pada hari Ahad, 8 Maret 2015 dengan tuan rumah Ashiddiqiyah Kedoya, pastinya. Berlanjut lomba mewarnai tingkat TK dan SD se-DKI Jakarta pada hari Jum’at tanggal 13. Yoms, yang paling ditunggu tidak lain dan tidak salah lagi yakni acara satu ini. Para pesertanya pun rela latihan mati-matian (lebay mode on) serta bela-belain merogoh kocek cukup dalam. Memang apa sih, kegiatan spesial pada tanggal 14 Maret itu? Taraaa!!! Karnaval Budaya Harlah AIC (Ash-Shiddiqiyah Islamic College). Ohh, ternyata! Yups, dilihat, diperhatikan dan diamati, persiapan para santri dari latihan drumband, yel-yel, atraksi, pinjam kostum sana-sini, beli perlengkapan ini-itu, dan lain sebagainya. Pembaca bisa imagine sendiri dong bagaimana ‘repot bin rempongnya’ penyambutan acara tersebut.  
Ada peserta, ada panitia. Peserta boleh sibuk dengan karnaval dan pentas seni yang berlangsung setelahnya, tapi panitia lebih pusing sepuluh keliling lagi. Why? Penggalian dana harlah, penyebaran proposal sekaligus persiapan perlombaan hadrah Banjari, penyediaan stand bazar harlah, and so on.
Nah, panitia sendiri direkrut dari tim sekertariat pesantren, OSPA (Organisasi Santri Pesantren Ash-Shiddiqiyah), senat dan mahasantri Ma’had Aly Sa’idusshiddiqiyah. Oops, lurah pondok juga pemirsa, beliau lah ketua umum panitia harlah.
Bagian penggalian dana dan acara, ditangani tim sekertariat pesantren. Lalu, berhubung anggota OSPA yang terlampau banyak dan mereka semua dilibatkan menjadi panitia, Ma’had Aly tidak terlalu ambil alih. Maksudnya, seksi-seksi seperti seksi acara, kebersihan, dan penjaga pusat informasi lebih didominasi oleh OSPA. Mereka lebih aktif di situ. Sedangkan seksi parkir, pembuatan tumpeng atau lebih tepatnya hiasan sayuran yang menjadi arak-arakan utama dan konsumsi nasi box ditangani oleh Ma’had Aly. Behind the scene ceritanya.
Baiklah, berikut cuplikan dokumentasi yang berhasil diabadikan. Just check it out!


Cuci buah dan sayur untuk ikon arak-arakan harlah (gunungan sayur buah)



Perjalanan tidak selamanya mulus, sesekali peserta karnaval berhenti sejenak dan beginilah bentuknya :)


Sampai di sini dulu sobat, nantikan kelanjutan kisah momen harlah di postingan berikutnya.
Bersambung...


2 komentar: